<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Diamondfewzz&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://diamondfewzz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diamondfewzz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2009 05:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='diamondfewzz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Diamondfewzz&#039;s Blog</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://diamondfewzz.wordpress.com/osd.xml" title="Diamondfewzz&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://diamondfewzz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pantai Selatan</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/04/pantai-selatan/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/04/pantai-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 05:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Indah Batukaras Anda mengiginkan suasana pantai yang alami dan terlihat natural, sebaiknya anda jangan melewatkan untuk berkunjung ke pantai kecil yang indah ini, yaitu pantai Batukaras. Tidak pas rasanya apabila wisatawan yang datang ke Pangandaran apabila tidak mengunjungi pantai Batukaras ini, Karena sudah menjadi kebiasaan atau rute dari travel wisata adalah mencantumkan tempat tujuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=38&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/2007/07/pantai-indah-batukaras.html">Pantai Indah Batukaras</a></h3>
<p>Anda mengiginkan suasana pantai yang alami dan terlihat natural, sebaiknya anda jangan melewatkan untuk berkunjung ke pantai kecil yang indah ini, yaitu pantai <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Batukaras</a>. Tidak pas rasanya apabila wisatawan yang datang ke <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Pangandaran</a> apabila tidak mengunjungi pantai <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Batukaras</a> ini, Karena sudah menjadi kebiasaan atau rute dari travel wisata adalah mencantumkan tempat tujuan wisata setelah Pantai Pangandaran adalah Pantai Batukaras. Objek wisata ini merupakan perpaduan antara pantai pangandaran dan batuhiu dengan suasana alam yang lebih tenang. Dengan ombak yang lebih tenang dari batuhiu pantai ini sangat banyak dikunjungi wisatawan untuk berenang. Terletak ± 34Km dari Pangandaran, Desa Batukaras Kecamatan Cijulang. Nikmatilah suasana tenang dengan angin sepoi-sepoi sembari menikmati hidangan makanan dan minuman yang terdapat ditepian pantai batukaras.</p>
<p><a rel="tag" href="http://pantaiselatan.blogspot.com/search/label/Batukaras"></a></p>
<p>// </p>
<h3><a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/2007/07/pantai-batuhiu.html">Pantai Batuhiu</a></h3>
<p>Tempat wisata lain yang bisa dikunjungi selanjutnya adalah Pantai <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Batuhiu</a>.</p>
<p>Terletak ± 14Km dari arah Pangandaran ke selatan, tepatnya di Desa Ciliang Kecamatan Parigi. Pantai Batuhiu memiliki panorama alam yang sangat indah dengan memiliki sebuah bukit kecil yang didalamnya banyak ditumbuhi berbagai macam tumbuhan pantai seperti pandan wangi. Dari atas bukit kita bisa menyaksikan keindahan birunya laut batuhiu dengan gulungan ombak yang besar. Sekitar 200 meter dari bibir pantai ke arah laut terdapat karang laut yang menyerupai mirip dengan ikan hiu, maka dari itu kenapa pantai ini disebut oleh orang sekitar dengan sebutan pantai Batuhiu. Akan tetapi saat ini karang yang menyerupai ikan hiu tersebut sudah tidak berbentuk ikan hiu seperti yang diceritakan sebelumnya karena dengan seiring berjalannya waktu karang tersebut terkikis oleh ombak yang besar-besar, dan pantai batuhiu terkenal dengan ombak yang besar diantara objek-objek pantai didaerah selatan Jawa Barat. Dengan kondisi ombak seperti itu maka pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Keindahan pantai dapat dinikmati dari sebuah bukit dan tepian pantai. Cocok sekali untuk meluapkan ekspresi anda untuk mengambil moment dengan pemotretan dan sangat cocok untuk anda yang akan mengambil scense untuk pre wedding. Jangan lewatkan untuk membeli cinderamata berupa hiasan-hiasan yang terbuat dari bahan-bahan yang diambil dari laut dan sekitar pantai, serta jenis ikan-ikan hias serta kerang.</p>
<p><a rel="tag" href="http://pantaiselatan.blogspot.com/search/label/Batuhiu"></a></p>
<p>// </p>
<h3><a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/2007/07/pantai-karang-tirta.html">Pantai Karang Tirta</a></h3>
<p>Tujuan selanjutnya setelah <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Pangandaran</a> adalah Pantai <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Karang Tirta</a>. Dari Pangandaran ke arah selatan tepatnya didaerah Sukaresik Kecamatan Pangandaran belok kiri. Objek wisata ini lebih menyediakan pengalaman rekreasi anda untuk menikmati keindahan alamnya juga bisa untuk melakukan rekreasi berupa bersampan, memancing dan berkemah. Dan di Karang Tirta ini kerap sekali digunakan sebagai lokasi syuting film-film laga indonesia yang pada waktu itu masih sering tayang ditelevisi-televisi swasta. Fasilitas yang disediakan terdapat kedai makanan dan minuman serta pondok-pondok wisata.</p>
<p><a rel="tag" href="http://pantaiselatan.blogspot.com/search/label/Karang%20Tirta"></a></p>
<p>// </p>
<h3><a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/2007/07/pantai-indah-pangandaran.html">Pantai Indah Pangandaran</a></h3>
<p>Pantai <a href="http://pantaiselatan.blogspot.com/">Pangandaran</a> terletak disebelah selatan pulau Jawa Barat Kabupaten Ciamis, tepatnya ± 92Km ke arah selatan kota Ciamis. Objek wisata ini terletak di Desa <em>Pananjung. </em>Kata  pananjung diambil dari istilah bentuk pantai pangandaran yang merupakan semenanjung atau lebih sederhananya sebuah daratan yang menjorok ke lautan. Dengan bentuk daratan yang menjorok ke lautan ini, maka di pantai pangandaran ini wisatawan bisa menikmati dua pemandangan yang menjadi primadona sebuah keindahan pantai yaitu <em>sunrise</em> dan <em>sunset </em>(matahari terbit dan matahari terbenam), karena mempunyai dua sisi pantai yaitu pantai sebelah barat dan pantai sebelah timur dengan jarak tempuh yang begitu dekat.</p>
<p>Pantai Pangandaran landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut yang lama, sehingga memungkinkan kita untuk bisa berenang dengan aman. Pasir pantai yang terdapat dipangandaran berwarna hitam, akan tetapi beberapa bagian pantainya terdapat pasir putih, sehingga memungkinkan kita untuk bermain pasir lebih asik disana.</p>
<p>Terdapat Taman Wisata Alam dengan beragam satwa yang menjadi penghuni didalamnya akan menambah pengalaman menarik anda selama mengunjungi pantai pangandaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=38&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/04/pantai-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Manfaat Tomat</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/menguak-manfaat-tomat/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/menguak-manfaat-tomat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Antioksidan Alami Hampir semua orang mengenal tomat (Licopersicum esculentum). Buah yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan, tomat bermanfaat untuk kesehatan jantung serta penangkal radikal bebas. Banyak varietas buah tomat, seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran lebih kecil dan tomat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=36&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber Antioksidan Alami</p>
<p>Hampir semua orang mengenal tomat (Licopersicum esculentum). Buah yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan, tomat bermanfa<a href="http://4.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RHcCw5S5I/AAAAAAAAAb8/Ozcw8KQSdaM/s1600-h/Copy+of+tomat.JPG"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RHcCw5S5I/AAAAAAAAAb8/Ozcw8KQSdaM/s320/Copy+of+tomat.JPG" border="0" alt="" /></a>at untuk kesehatan jantung serta penangkal radikal bebas.</p>
<p>Banyak varietas buah tomat, seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran lebih kecil dan tomat ceri yang hanya sebesar kelereng. Apapun jenisnya, tomat mengandung unsur gizi yang hamper sama, yakni kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien.</p>
<p>Kaya Antioksidan<br />
Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker. Vitamin A yang terkandung di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan mata.<br />
Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.</p>
<p>Cegah Penggumpalan Darah<br />
Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi<a href="http://1.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RIjSw5S6I/AAAAAAAAAcE/XBC8VYB6btQ/s1600-h/Copy+of+DSC00881.JPG"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RIjSw5S6I/AAAAAAAAAcE/XBC8VYB6btQ/s320/Copy+of+DSC00881.JPG" border="0" alt="" /></a> biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.</p>
<p>Dimasak Lebih Baik<br />
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.<br />
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium. Teks &amp; Foto: Budi Sutomo</p>
<p>Tabel Kandungan Gizi Tomat/100 g</p>
<p>Tomat Masak<br />
Kalori 20 kal<br />
Protein 1.0 g<br />
Lemak 0.3 g<br />
Karbohidrat 4.2 g<br />
Kalsium 5 mg<br />
Vitamin A 1500 SI<br />
Viamin C 40 mg</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=36&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/menguak-manfaat-tomat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RHcCw5S5I/AAAAAAAAAb8/Ozcw8KQSdaM/s320/Copy+of+tomat.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_DXJElfjepYw/R6RIjSw5S6I/AAAAAAAAAcE/XBC8VYB6btQ/s320/Copy+of+DSC00881.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mawar untuk Meredakan Gangguan Mata</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/mawar-untuk-meredakan-gangguan-mata/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/mawar-untuk-meredakan-gangguan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Mawar alias Rosa spp adalah bunga dari surga yang memiliki berbagai manfaat, seperti antidepresan, antiviral, antibakteri, antiperadangan, afrodisiak, pembersih serta astringent. Mata yang teriritasi, lelah atau sakit dapat diringankan dengan mawar. Jeanne Rose dari &#8220;Kitchen Cosmetics&#8221; berbagi resep rahasia yang bisa Anda terapkan. Sediakan 1 oz (sekira 30 ml) rosewater (bisa dibeli di apotik atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=32&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/white-astrid-rose1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-34" title="white-astrid-rose" src="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/white-astrid-rose1.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Mawar alias Rosa spp adalah bunga dari surga yang memiliki berbagai manfaat, seperti antidepresan, antiviral, antibakteri, antiperadangan, afrodisiak, pembersih serta astringent.</p>
<p><a href="http://kulitcantik.jawabali.com/wp-content/plugins/wp-affiliate-pro.php?id=9">Mata</a> yang teriritasi, lelah atau sakit dapat diringankan dengan mawar. Jeanne Rose dari &#8220;Kitchen Cosmetics&#8221; berbagi resep rahasia yang bisa Anda terapkan.</p>
<p>Sediakan 1 oz (sekira 30 ml) rosewater (bisa dibeli di apotik atau toko obat/herbal), 8 oz (240 ml) air, dan 9 kuncup mawar. Sediakan tempat kecil misalnya panci dari enamel, masukkan kuncup mawar dan ar, didihkan perlahan. Biarkan beberapa saat hingga air mendidih sempurna. Pindahkan cairan hasil pendidihan ke dalam sebuah tempat yang bersih. Dinginkan dan masukkan kulkas. Saat sudah dingin, tambahkan rosewater ke 4 oz (120 ml) cairan herbal tadi. Cairan ini harus digunakan dalam jangka paling lama tiga hari.</p>
<p>Cara pakainya mudah, basuh kedua mata yang sakit dengan cairan herbal ini dengan kedua telapak tangan Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=32&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/mawar-untuk-meredakan-gangguan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/white-astrid-rose1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">white-astrid-rose</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paris Van Java</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/paris-van-java/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/paris-van-java/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau “Paris dari Jawa”. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Sedangkan keberadaan perguruan tinggi negeri dan banyak perguruan tinggi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=28&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/satepkl.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-29" title="satepkl" src="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/satepkl.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Kota Bandung</strong> adalah <a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">ibu kota</a> <a title="Daftar Provinsi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Provinsi_Indonesia">provinsi</a> <a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a>. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai <em>Parijs van Java</em> (<a title="Bahasa Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda">bahasa Belanda</a>) atau “<a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> dari <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>”. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Sedangkan keberadaan perguruan tinggi negeri dan banyak perguruan tinggi swasta di Bandung membuat kota ini dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// </p>
<h2>Etimologi</h2>
<p>Kata &#8220;Bandung&#8221; berasal dari kata <em>bendung</em> atau <em>bendungan</em> karena terbendungnya <a title="Sungai Citarum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Citarum">sungai Citarum</a> oleh lava <a title="Gunung Tangkuban Perahu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tangkuban_Perahu">Gunung Tangkuban Perahu</a> yang lalu membentuk telaga.Namun bagi orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama &#8220;Bandung&#8221; diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua buah perahu yang diikat berdampingan yang disebut <em>perahu bandung</em> yang digunakan oleh bupati <a title="R.A. Wiranatakusumah II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/R.A._Wiranatakusumah_II">R.A. Wiranatakusumah II</a> untuk melayari sungai Citarum dalam mencari tempat sebagai ibukota yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama yakni bernama <a title="Dayeuhkolot, Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dayeuhkolot,_Bandung">Dayeuhkolot</a>.</p>
<h2>Bendera</h2>
<p><a title="Bendera Kota Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bendera_Kota_Bandung.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3f/Bendera_Kota_Bandung.jpg/150px-Bendera_Kota_Bandung.jpg" alt="Bendera Kota Bandung" width="150" height="107" /></a></p>
<p>Bendera yang digunakan oleh Kota Bandung adalah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Kota Besar Bandung tanggal 8 Juni 1953, Nomor 9938/53.</p>
<p>Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut di atas sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Bendera yang dipergunakan oleh Kota Besar Bandung adalah tiga bidang jalur mendatar, masing-masing berturut-turut dari atas ke bawah berwarna hijau, kuning, dan biru.</li>
<li>Perbandingan-perbandingan antara lebarnya dan jalur-jalur tersebut di bawah huruf &#8216;a&#8217; urutan dari atas ke bawah adalah 2:1:1.</li>
<li>Perbandingan antara panjang dan lebarnya berbeda itu 7:5.</li>
</ol>
<p>Referensi : <a rel="nofollow" href="http://www.bandung.go.id/?fa=pemerintah.detail&amp;id=4">Bendera Kota Bandung</a></p>
<h2>Sejarah</h2>
<ul>
<li><a title="1488" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1488">1488</a> &#8211; Bandung didirikan sebagai bagian dari <a title="Kerajaan Pajajaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pajajaran">Kerajaan Pajajaran</a>.</li>
<li><a title="1799" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1799">1799</a> &#8211; <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a> mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambilalih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati <a title="R.A. Wiranatakusumah II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/R.A._Wiranatakusumah_II">R.A. Wiranatakusumah II</a>.</li>
<li><a title="1808" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1808">1808</a> &#8211; Belanda mengangkat <a title="Herman Willem Daendels" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herman_Willem_Daendels">Herman Willem Daendels</a> sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.</li>
<li><a title="1809" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1809">1809</a> &#8211; Bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah <a title="Cikapundung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cikapundung">Cikapundung</a> dan Andawadak (<a title="Tanjungsari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjungsari">Tanjungsari</a>).</li>
<li><a title="1810" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1810">1810</a> &#8211; Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “<em>Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!</em>” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung.</li>
<li><a title="25 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Mei">25 Mei</a> 1810 &#8211; Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.</li>
<li><a title="25 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_September">25 September</a> 1810 &#8211; Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai <em>the founding father</em>. Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.</li>
<li><a title="24 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/24_Maret">24 Maret</a> <a title="1946" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1946">1946</a> &#8211; Pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan &#8216;<a title="Bandung Lautan Api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung_Lautan_Api">Bandung Lautan Api</a>&#8216; dan diabadikan dalam lagu &#8220;<a title="Halo-Halo Bandung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halo-Halo_Bandung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Halo-Halo Bandung</a>&#8220;.</li>
<li><a title="1955" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1955">1955</a> &#8211; <a title="Konferensi Asia-Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Asia-Afrika">Konferensi Asia-Afrika</a> diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama &#8220;Concordia&#8221; yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan hotel Savoy Homann.</li>
<li><a title="2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a> &#8211; <a title="KTT Asia-Afrika 2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/KTT_Asia-Afrika_2005">KTT Asia-Afrika 2005</a></li>
<li>Pada tahun <a title="2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006">2006</a> Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat <a title="Sampah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah">sampah</a> yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.</li>
</ul>
<h2>Geografi</h2>
<p>Bandung terletak di koordinat 107° BT dan 6° 55’ LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya.</p>
<p>Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (<em>mean sea level</em>). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (<em>Bandung Basin</em>).</p>
<p>Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu <a title="Sungai Cikapundung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Cikapundung">Sungai Cikapundung</a> dan <a title="Sungai Citarum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Citarum">Sungai Citarum</a> beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=28&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/paris-van-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/satepkl.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">satepkl</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3f/Bendera_Kota_Bandung.jpg/150px-Bendera_Kota_Bandung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bendera Kota Bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cibulan</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/cibulan/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/cibulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Cibulan adalah objek wisata pemandian air dingin di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tanggal berdiri Objek wisata Cibulan merupakan salah satu objek wisata tertua di Kuningan. Obyek wisata ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R.A.A. Mohamand Achmad. Sebagai catatan, selain di Cibulan, terdapat tiga tempat rekreasi sejenis di Kuningan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=24&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/cibulan-pool.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-25" title="Cibulan Pool" src="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/cibulan-pool.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Cibulan</strong> adalah objek wisata pemandian air dingin di wilayah <a title="Kabupaten Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kuningan">Kabupaten Kuningan</a>, <a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a>.</p>
<h2>Tanggal berdiri</h2>
<p>Objek wisata Cibulan merupakan salah satu objek wisata tertua di Kuningan. Obyek wisata ini diresmikan pada <a title="27 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Agustus">27 Agustus</a> <a title="1939" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1939">1939</a> oleh <a title="Bupati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bupati">Bupati</a> <a title="Kabupaten Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kuningan#Pemerintahan">Kuningan</a> saat itu, yaitu R.A.A. Mohamand Achmad.</p>
<p>Sebagai catatan, selain di Cibulan, terdapat tiga tempat rekreasi sejenis di Kuningan, yaitu: <a title="Kolam Linggarjati (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolam_Linggarjati&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kolam Linggarjati</a> di kompleks Taman Linggarjati Indah, Kecamatan <a title="Cilimus, Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cilimus,_Kuningan">Cilimus</a>; <a title="Kolam Cigugur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolam_Cigugur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kolam Cigugur</a>, di Kecamatan <a title="Cigugur, Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cigugur,_Kuningan">Cigugur</a>; dan Kolam Darma Loka di Kecamatan <a title="Darma, Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darma,_Kuningan">Darma</a>.</p>
<h2>Sejarah</h2>
<p>Menurut cerita yang berkembang di kalangan Masyarakat <a title="Desa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desa">Desa</a> <a title="Maniskidul, Jalaksana, Kuningan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maniskidul,_Jalaksana,_Kuningan">Maniskidul</a> dan masyarakat Kuningan pada umumnya, <a title="Ikan dewa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan_dewa&amp;action=edit&amp;redlink=1">ikan dewa</a> yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan <a title="Sri Baduga Maharaja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Baduga_Maharaja">Prabu Siliwangi</a>. Singkat cerita, prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karena ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan.</p>
<h2>Kondisi kolam</h2>
<p>Di dalam objek wisata ini terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35&#215;15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sedangkan, kolam kedua berukuran 45&#215;15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 sentimeter dan bagian kedua berkedalaman 120 sentimeter. Kedua kolam ini selalu dikuras sekali dalam dua minggu, atau bisa lebih. Hal itu bergantung kebersihan air. Setiap kolamnya dihuni oleh puluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman dan disebut sebagai <a title="Kancra bodas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kancra_bodas&amp;action=edit&amp;redlink=1">kancra bodas</a> atau <a title="Ikan dewa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan_dewa&amp;action=edit&amp;redlink=1">ikan dewa</a> (<em>cyprinus carpico</em>). Ukurannya berbagai macam mulai dari yang panjangnya 20-an sentimeter hingga 1 meter. Ikan Dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu.</p>
<p>Meski semua kolam itu dihuni puluhan ikan kancra bodas atau ikan dewa, kolam-kolam di Cibulan dibuka sebagai kolam pemandian umum. Tempat rekreasi ini dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang.</p>
<p>Selain kolam dengan ikan dewanya yang jinak, di sudut barat pemandian ini juga terdapat tujuh sumber mata air yang dikeramatkan yang bernama Tujuh Sumur. Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang berisikan Kepiting Emas, yaitu Sumur Cirancana. Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari <a title="Kepiting Emas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepiting_Emas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kepiting Emas</a> itu, maka segala keinginannya akan terkabul.</p>
<p>Tujuh mata air itu terletak mengelilingi sebuah petilasan yang konon merupakan petilasan Prabu Siliwangi ketika ia beristirahat sekembalinya dari <a title="Perang Bubat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat">Perang Bubat</a>. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran). Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi ini sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. Mereka percaya bahwa air di tempat itu akan membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan mereka.</p>
<p>Air di Cibulan selalu bersih, bening, sejuk, dan melimpah, meskipun pada musim kemarau panjang. Itulah sebabnya, selain sebagai tempat rekreasi, Cibulan juga dijadikan sebagai sumber air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kuningan dan dimanfaatkan <a title="Pertamina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertamina">Pertamina</a> untuk memasok kebutuhan air bersih di dua kompleks miliknya, yaitu Padang Golf Ciperna di <a title="Kota Cirebon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon">Kota Cirebon</a>, dan Kantor Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) di Klayan, <a title="Kabupaten Cirebon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cirebon">Kabupaten Cirebon</a>.</p>
<p>Kolam pemandian Cibulan juga menjadi sumber pendapatan bagi penduduk Desa Maniskidul dengan menjadi pedagang asongan atau membuka warung makan di sekitar tempat itu. Saat ini terdaftar 20 warung permanen di luar kompleks kolam dan 14 pedagang asongan resmi yang diizinkan berjualan di dalam kompleks kolam. Mereka kebanyakan menjual minuman ringan dan makanan kecil serta makanan ikan berupa kacang atom dan ikan wader.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=24&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/cibulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/cibulan-pool.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Cibulan Pool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kawah Putih, Ciwidey</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/kawah-putih-ciwidey/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/kawah-putih-ciwidey/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana pun propinsi Jawa Barat, tidak pernah membosankan, terutama kota Bandung. Liburan beberapa waktu lalu dimanfaatkan bersama teman – teman kantor pergi ke kota Bandung, salah satunya kami mengagendakan akan pergi ke Kawah Putih. Malam hari kami tiba di Kota Bandung langsung menuju hotel untuk istirahat. Besok paginya, setelah sarapan pagi kami langsung menuju Kawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=20&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.voltras.net/pictures/kawah-putih-0"><img title="kawah putih" src="http://www.voltras.net/sites/default/files/images/kawah%20putih.jpg" alt="kawah putih" width="500" height="375" /></a></div>
<div>Bagaimana pun propinsi Jawa Barat, tidak pernah membosankan, terutama kota Bandung. Liburan beberapa waktu lalu dimanfaatkan bersama teman – teman kantor pergi ke kota Bandung, salah satunya kami mengagendakan akan pergi ke Kawah Putih. Malam hari kami tiba di Kota Bandung langsung menuju hotel untuk istirahat. Besok paginya, setelah sarapan pagi kami langsung menuju Kawah Putih.</div>
<p>Objek wisata Kawah Putih terletak di Ranca Bali, sekitar 44 km dari kota Bandung, tepatnya di desa Sugih Mukti kecamatan Pasir Jambu. Apabila menempuh perjalanan sejauh 46 km dari Soreang menuju Ciwidey, akan sampai pada objek wisata Kawah Putih. Untuk menuju Kawah Putih disarankan menggunakan kendaraan, jangan berjalan kaki karena jalan yang agak menanjak dan cukup jauh, yaitu sekitar 5 km dari pintu masuk.</p>
<div>Menurut data, kawah putih adalah sebuah danau kawah dari gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m dpl. Selain Kawah Putih, masih terapat sebuah kawah yang bernama Kawah Saat dengan ketinggian 2.194 m dpl dan terletak di puncak bagain barat gunung Patua. Karena di danau kawahnya memiliki kandungan belerang sangat tinggi, pada jaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada jaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenxaka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer.</div>
<div>Hari tersebut kami isi dengan berfoto-foto di sekitar lokasi yang mengagumkan ini dan bersenda gurau di kawah yang bak surga ini. Serasa di dunia lain, mungkin berada di dunia dewa dewi.Sempet berpikir ini mungkin tempatnya Dewi Khayangan ngelamun..atau jalan-jalan sambil makan kacang dan buah2an diringi musik kecapi..hehehe..,Tak terasa, waktu telah menjelang sore, hujan pun turun. Sayang sekali, kami harus segera angkat kaki dari sana. Pengalaman yang tak terlupakan. Liburan nanti pasti datang kembali kesini.</div>
<p><strong>Menuju ke Kawah Putih</strong></p>
<div>Sejak tahun 1987 PT. Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkan kawasan Kawah Putih ini  menjadi sebuah objek wisata. Untuk tiket masuk areal objek wisata Kawah Putih, setiap orang dikenakan biaya Rp 10.000,00, sudah termasuk premi asuransi. Objek wisata Kawah Putih dibuka mulai pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00, setiap hari Senin sampai dengan Minggu. Fasilitas bagi pengunjung di sekitar Kawah Putih sudah cukup memadai dengan adanya areal parkir, transportasi transit menuju kawah, pusat informasi, mushala, dan warung-warung makanan.</div>
<p>Untuk menuju ke sana, pengunjung dari Jakarta dapat melewati tol Cipularang terus menuju pintu keluar tol Kopo menuju Soreang ke arah selatan ke kota Ciwidey. Sekitar 20 &#8211; 30 menit dari kota Ciwidey terlihat tanda masuk menuju gerbang masuk objek wisata Kawah Putih yang ada di sebelah kiri jalan. Untuk menuju Kawah Putih dari gerbang masuk kawasan objek wisata Kawah Putih disarankan menggunakan kendaraan, jangan berjalan kaki karena jalan yang agak menanjak dan cukup jauh, yaitu sekitar 5,6 km atau sekitar 10 &#8211; 15 menit dengan kendaraan. Kendaraan pribadi dapat langsung menuju tempat parkir luas yang tersedia tidak jauh dari kawah. Sementara pengunjung dengan rombongan besar yang menggunakan bis, atau transportasi umum dapat menggunakan kendaraan khusus yang ada di areal parkir dekat gerbang masuk untuk mencapai kawah dari pintu masuk. Kondisi jalan yang kecil dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan jenis bis besar maupun sedang.</p>
<div>Transportasi umum menuju Ciwidey dari Bandung dapat ditemui di Terminal Kebun Kalapa maupun Leuwi Panjang. Setelah sampai di Kota Ciwidey maka perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan tujuan Situ Patengan. Angkutan pedesaan yang menuju Situ Patengan ini melintasi objek-objek wisata yang ada di kawasan Ciwidey yaitu Perkebunan Strawberry, Kawah Putih, Ranca Upas, &amp; kolam renang air panas Cimanggu. Untuk dapat menjelajahi dan menikmati keindahan alam kawasan Ciwidey dan sekitarnya rasanya tidak cukup hanya satu hari.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=20&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/kawah-putih-ciwidey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voltras.net/sites/default/files/images/kawah%20putih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawah putih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerajaan Malaka</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/15/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/15/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Kesultanan Malaka (1402 &#8211; 1511) adalah sebuah kesultanan yang didirikan oleh Parameswara, seorang turunan ke 4 dari penguasa Majapahit, Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi yang melarikan diri dari intrik perebutan kekuasaan di Palembang. Parameswara merupakan cicit (turunan keempat dari Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi, penguasa Majapahit yang ke 3. Urutan silsilahnya adalah sebagai berikut: Pertama, Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi menikah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=15&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesultanan Malaka</strong> (<a title="1402" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1402">1402</a> &#8211; <a title="1511" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1511">1511</a>) adalah sebuah <a title="Kesultanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan">kesultanan</a> yang didirikan oleh <a title="Parameswara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara">Parameswara</a>, seorang turunan ke 4 dari penguasa <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit">Majapahit</a>, Ratu <a title="Tribhuwana Wijayatunggadewi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tribhuwana_Wijayatunggadewi">Tribhuwana Wijayatunggadewi</a> yang melarikan diri dari intrik perebutan kekuasaan di <a title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>.</p>
<p><a href="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/sultanatemalacca.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-16" title="SultanateMalacca" src="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/sultanatemalacca.gif?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><br />
Parameswara merupakan cicit (turunan keempat dari Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi, penguasa Majapahit yang ke 3. Urutan silsilahnya adalah sebagai berikut: Pertama, Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi menikah dengan Kertawardhana, memiliki anak perempuan: Iswari. Kedua, Iswari menikah dengan Singawardana, memiliki anak perempuan: Sarawardani. Ketiga, Sarawardani menikah dengan Ranamenggala (yang kemudian bergelar Sang Nila Utama), memiliki anak laki laki: Parameswara</p>
<p><span id="more-15"></span><br />
<a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">Ibu kota</a> kerajaan ini terdapat di <a title="Kota Melaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Melaka">Melaka</a>, yang terletak pada <a title="Selat Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Malaka">Selat Malaka</a>. Kesultanan ini berkembang pesat menjadi sebuah <em><a title="Entrepot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Entrepot&amp;action=edit&amp;redlink=1">entrepot</a></em> dan menjadi pelabuhan terpenting di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> pada <a title="Abad ke-15" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-15">abad ke-15</a> dan awal <a title="Abad ke-16" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16">16</a>. Malaka runtuh setelah ibukotanya direbut oleh <a title="Portugal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal">Portugis</a> pada tahun <a title="1511" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1511">1511</a>.<br />
Kejayaan yang dicapai oleh Kerajaan Melaka di sebabkan oleh beberapa faktor penting yaitu, <a title="Parameswara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara">Parameswara</a> telah mengambil kesempatan untuk menjalinkan hubungan baik dengan negara <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a> ketika Laksamana <a title="Yin Ching (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yin_Ching&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yin Ching</a> mengunjungi Melaka pada tahun <a title="1403" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1403">1403</a>. Salah seorang dari sultan Malaka telah menikahi seorang putri dari negara Cina yang bernama Putri <a title="Hang Li Po (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hang_Li_Po&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hang Li Po</a>. Hubungan erat antara Melaka dengan Cina telah memberi banyak manfaat kepada Malaka. Malaka mendapat perlindungan dari Cina yang merupakan pemegang kekuasaan terbesar di dunia pada masa itu untuk mengelakan serangan <a title="Siam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siam">Siam</a>.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#Sejarah">1 Sejarah</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#Daftar_raja-raja_Malaka">2 Daftar raja-raja Malaka</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#Lihat_pula">3 Lihat pula</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#Rujukan">4 Rujukan</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sejarah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesultanan_Malaka&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Sejarah</h2>
<p><a title="Parameswara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara">Parameswara</a> pada awalnya menjadi raja di <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> pada tahun 1390-an. Negeri ini kemudian diserang oleh <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> dan <a title="Siam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siam">Siam</a>, yang memaksanya pinda lebih ke utara. <a title="Kronik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kronik">Kronik</a> <a title="Dinasti Ming" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Ming">Dinasti Ming</a> mencatat Parameswara telah tinggal di ibukota baru di <a title="Melaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melaka">Melaka</a> pada <a title="1403" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1403">1403</a>, tempat <a title="Armada Ming (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Armada_Ming&amp;action=edit&amp;redlink=1">armada Ming</a> yang dikirim ke selatan menemuinya. Sebagai balasan upeti yang diberikan Kekaisaran Cina menyetujui untuk memberikan perlindungan pada kerajaan baru tersebut. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#cite_note-ASHM-0">[1]</a></sup></p>
<p>Parameswara kemudian menganut <a title="Agama Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Islam">agama Islam</a> setelah menikahi putri <a title="Kesultanan Samudera Pasai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai">Pasai</a>. Laporan dari kunjungan Laksamana <a title="Cheng Ho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho">Cheng Ho</a> pada 1409 menyiratkan bahwa pada saat itu Parameswara masih berkuasa, dan raja dan rakyat Melaka sudah menjadi muslim. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#cite_note-parames-1">[2]</a></sup>. Pada 1414 Parameswara digantikan putranya, <a title="Megat Iskandar Syah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megat_Iskandar_Syah">Megat Iskandar Syah</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#cite_note-ASHM-0">[1]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#cite_note-parames-1">[2]</a></sup></p>
<p>Megat Iskandar Syah memerintah selama 10 tahun, dan digantikan oleh Muhammad Syah. Putra Muhammad Syah yang kemudian menggantikannya, Raja Ibrahim, tampaknya tidak menganut agama Islam, dan mengambil gelar <a title="Seri Parameswara Dewa Syah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seri_Parameswara_Dewa_Syah">Seri Parameswara Dewa Syah</a>. Namun masa pemerintahannya hanya 17 bulan, dan dia mangkat karena terbunuh pada 1445. Saudara seayahnya, Raja Kasim, kemudian menggantikannya dengan gelar <a title="Mudzaffar Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mudzaffar_Syah_dari_Malaka">Sultan Mudzaffar Syah</a>.</p>
<p>Di bawah pemerintahan Sultan Mudzaffar Syah Melaka melakukan ekspansi di Semenanjung Malaya dan pantai timur Sumatera (Kampar dan Indragiri). Ini memancing kemarahan Siam yang menganggap Melaka sebagai bawahan <a title="Kedah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedah">Kedah</a>, yang pada saat itu menjadi vassal Siam. Namun serangan Siam pada 1455 dan 1456 dapat dipatahkan.</p>
<p>Di bawah pemerintahan raja berikutnya yang naik tahta pada tahun 1459, <a title="Mansur Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mansur_Syah_dari_Malaka">Sultan Mansur Syah</a>, Melaka menyerbu Kedah dan <a title="Pahang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pahang">Pahang</a>, dan menjadikannya negara vassal. Di bawah sultan yang sama <a title="Johor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johor">Johor</a>, <a title="Jambi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi">Jambi</a> dan <a title="Siak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siak">Siak</a> juga takluk. Dengan demikian Melaka mengendalikan sepenuhnya kedua pesisir yang mengapit Selat Malaka.</p>
<p>Mansur Syah berkuasa sampai mangkatnya pada 1477. Dia digantikan oleh putranya <a title="Alauddin Riayat Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alauddin_Riayat_Syah_dari_Malaka">Alauddin Riayat Syah</a>. Sultan memerintah selama 11 tahun, saat dia meninggal dan digantikan oleh putranya <a title="Mahmud Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahmud_Syah_dari_Malaka">Sultan Mahmud Syah</a>. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Malaka#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p>Mahmud Syah memerintah Malaka sampai tahun 1511, saat ibu kota kerajaan tersebut diserang pasukan <a title="Portugal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal">Portugis</a> di bawah pimpinan <a title="Alfonso de Albuquerque" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alfonso_de_Albuquerque">Alfonso de Albuquerque</a>. Serangan dimulai pada <a title="10 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_Agustus">10 Agustus</a> <a title="1511" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1511">1511</a> dan berhasil direbut pada <a title="24 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/24_Agustus">24 Agustus</a> <a title="1511" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1511">1511</a>. Sultan Mahmud Syah melarikan diri ke <a title="Pulau Bintan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bintan">Bintan</a> dan mendirikan ibukota baru di sana. Pada tahun <a title="1526" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1526">1526</a> Portugis membumihanguskan Bintan, dan Sultan kemudian melarikan diri ke <a title="Kampar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampar">Kampar</a>, tempat dia wafat dua tahun kemudian. Putranya Muzaffar Syah kemudian menjadi sultan <a title="Perak, Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak,_Malaysia">Perak</a>, sedangkan putranya yang lain Alauddin Riayat Syah II mendirikan kerajaan baru yaitu <a title="Johor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johor">Johor</a>.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Daftar raja-raja Malaka" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesultanan_Malaka&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Daftar raja-raja Malaka</h2>
<ol>
<li><a title="Parameswara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara">Parameswara</a> (1402-1414)</li>
<li><a title="Megat Iskandar Syah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megat_Iskandar_Syah">Megat Iskandar Syah</a> (1414-1424)</li>
<li><a title="Muhammad Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Syah_dari_Malaka">Sultan Muhammad Syah</a> (1424-1444)</li>
<li><a title="Seri Parameswara Dewa Syah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seri_Parameswara_Dewa_Syah">Seri Parameswara Dewa Syah</a>(1444-1445)</li>
<li><a title="Mudzaffar Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mudzaffar_Syah_dari_Malaka">Sultan Mudzaffar Syah</a> (1445-1459)</li>
<li><a title="Mansur Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mansur_Syah_dari_Malaka">Sultan Mansur Syah</a> (1459-1477)</li>
<li><a title="Alauddin Riayat Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alauddin_Riayat_Syah_dari_Malaka">Sultan Alauddin Riayat Syah</a> (1477-1488)</li>
<li><a title="Mahmud Syah dari Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahmud_Syah_dari_Malaka">Sultan Mahmud Syah</a> (1488-1528)</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=15&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/12/02/15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diamondfewzz.files.wordpress.com/2009/12/sultanatemalacca.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SultanateMalacca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesultanan Mataram</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-mataram/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-mataram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 06:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Peta Mataram Baru yang telah dipecah menjadi empat kerajaan pada tahun 1830, setelah Perang Diponegoro. Pada peta ini terlihat bahwa Kasunanan Surakarta memiliki banyak enklave di wilayah Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Belanda. Mangkunagaran juga memiliki sebuah enklave di Yogyakarta. Di kemudian hari enklave-enklave ini dihapus. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=13&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- start content --></p>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mataram_Baru_1830.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/Mataram_Baru_1830.png/250px-Mataram_Baru_1830.png" alt="" width="250" height="248" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mataram_Baru_1830.png"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Peta Mataram Baru yang telah dipecah menjadi empat kerajaan pada tahun 1830, setelah <a title="Perang Diponegoro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Diponegoro">Perang Diponegoro</a>. Pada peta ini terlihat bahwa <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a> memiliki banyak <a title="Enklave" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enklave">enklave</a> di wilayah <a title="Kasultanan Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasultanan_Yogyakarta">Kasultanan Yogyakarta</a> dan wilayah Belanda. Mangkunagaran juga memiliki sebuah enklave di Yogyakarta. Di kemudian hari enklave-enklave ini dihapus.</div>
</div>
</div>
<p><strong>Kesultanan Mataram</strong> adalah kerajaan <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> di Jawa yang didirikan oleh <a title="Sutawijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutawijaya">Sutawijaya</a>, keturunan dari <a title="Ki Ageng Pemanahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Ageng_Pemanahan">Ki Ageng Pemanahan</a> yang mendapat hadiah sebidang tanah dari raja Pajang, <a title="Hadiwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiwijaya">Hadiwijaya</a>, atas jasanya. Kerajaan Mataram pada masa keemasannya dapat menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya termasuk Madura serta meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini, seperti wilayah <a title="Matraman, Jakarta Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matraman,_Jakarta_Timur">Matraman</a> di <a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a> dan sistem persawahan di <a title="Karawang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karawang">Karawang</a>.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// </p>
<h2>Masa awal</h2>
<p><a title="Sutawijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutawijaya">Sutawijaya</a> naik tahta setelah ia merebut wilayah <a title="Pajang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pajang">Pajang</a> sepeninggal <a title="Hadiwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadiwijaya">Hadiwijaya</a> dengan gelar <a title="Panembahan Senopati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panembahan_Senopati">Panembahan Senopati</a>. Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a> saat ini, mewarisi wilayah <a title="Kerajaan Pajang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pajang">Kerajaan Pajang</a>. Pusat pemerintahan berada di <a title="Mentaok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mentaok">Mentaok</a>, wilayah yang terletak kira-kira di timur <a title="Kota Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a> dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di <a title="Banguntapan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banguntapan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Banguntapan</a>, kemudian dipindah ke <a title="Jagalan, Banguntapan, Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jagalan,_Banguntapan,_Bantul">Kotagede</a>. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di <a title="Kotagede, Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kotagede,_Yogyakarta">Kotagede</a>) kekuasaan diteruskan putranya <a title="Mas Jolang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mas_Jolang">Mas Jolang</a> yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati.</p>
<p>Pemerintahan <a title="Prabu Hanyokrowati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prabu_Hanyokrowati">Prabu Hanyokrowati</a> tidak berlangsung lama karena beliau wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan <a title="Krapyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krapyak">Krapyak</a>. Karena itu ia juga disebut <em>Susuhunan Seda Krapyak</em> atau <em>Panembahan Seda Krapyak</em> yang artinya <em>Raja (yang) wafat (di) Krapyak</em>. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar <a title="Adipati Martoputro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adipati_Martoputro">Adipati Martoputro</a>. Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama <a title="Mas Rangsang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mas_Rangsang">Mas Rangsang</a>.</p>
<h2>Sultan Agung</h2>
<p>Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar <em>Sultan Agung Hanyokrokusumo</em> atau lebih dikenal dengan sebutan <a title="Sultan Agung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung">Sultan Agung</a>. Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a>, <a title="DIY" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DIY">DIY</a>, dan <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a> sekarang). Ia memindahkan lokasi kraton ke <a title="Pleret, Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pleret,_Bantul">Kerta</a> (Jw. &#8220;kertå&#8221;, maka muncul sebutan pula &#8220;Mataram Kerta&#8221;). Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara <a title="Mataram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram">Mataram</a> dengan <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a> yang berpusat di <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a>, Mataram lalu berkoalisi dengan <a title="Kesultanan Banten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten">Kesultanan Banten</a> dan <a title="Kesultanan Cirebon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon">Kesultanan Cirebon</a> dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Setelah wafat (dimakamkan di <a title="Imogiri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imogiri">Imogiri</a>), ia digantikan oleh putranya yang bergelar <a title="Amangkurat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amangkurat">Amangkurat</a> (Amangkurat I).</p>
<h2>Terpecahnya Mataram</h2>
<p><a title="Amangkurat I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amangkurat_I">Amangkurat I</a> memindahkan lokasi keraton ke <a title="Pleret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pleret">Pleret</a> (1647), tidak jauh dari Kerta. Selain itu, ia tidak lagi menggunakan gelar sultan, melainkan &#8220;sunan&#8221; (dari &#8220;Susuhunan&#8221; atau &#8220;Yang Dipertuan&#8221;). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Pada masanya, terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh <a title="Trunajaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trunajaya">Trunajaya</a> dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. Ia wafat di <a title="Tegal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tegal">Tegalarum</a> (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Penggantinya, Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. Pada masanya, kraton dipindahkan lagi ke <a title="Kartasura, Sukoharjo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartasura,_Sukoharjo">Kartasura</a> (1680), sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar.</p>
<p>Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708), Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Amangkurat III memberontak dan menjadi &#8220;king in exile&#8221; hingga tertangkap di <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a> lalu dibuang ke <a title="Sri Lanka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka">Ceylon</a>.</p>
<p>Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu <a title="Kesultanan Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Yogyakarta">Kesultanan Ngayogyakarta</a> dan <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a> tanggal <a title="13 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/13_Februari">13 Februari</a> <a title="1755" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1755">1755</a>. Pembagian wilayah ini tertuang dalam <a title="Perjanjian Giyanti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Giyanti">Perjanjian Giyanti</a> (nama diambil dari lokasi penandatanganan, di sebelah timur kota <a title="Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karanganyar,_Karanganyar,_Jawa_Tengah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Karanganyar</a>, Jawa Tengah). Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa <a title="Kesultanan Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Yogyakarta">Kesultanan Yogyakarta</a> dan <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a> adalah &#8220;ahli waris&#8221; dari Kesultanan Mataram.</p>
<h2>Peristiwa Penting</h2>
<ul>
<li><a title="1558" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1558">1558</a> &#8211; <a title="Ki Ageng Pemanahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Ageng_Pemanahan">Ki Ageng Pemanahan</a> dihadiahi wilayah <a title="Mataram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram">Mataram</a> oleh <a title="Joko Tingkir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Tingkir">Sultan Pajang Adiwijaya</a> atas jasanya mengalahkan <a title="Arya Penangsang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arya_Penangsang">Arya Penangsang</a>.</li>
<li><a title="1577" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1577">1577</a> &#8211; Ki Ageng Pemanahan membangun istananya di Pasargede atau Kotagede.</li>
<li><a title="1584" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1584">1584</a> &#8211; Ki Ageng Pemanahan meninggal. Sultan Pajang mengangkat <a title="Sutawijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutawijaya">Sutawijaya</a>, putra Ki Ageng Pemanahan sebagai penguasa baru di Mataram, bergelar &#8220;Ngabehi Loring Pasar&#8221; (karena rumahnya di utara pasar).</li>
<li><a title="1587" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1587">1587</a> &#8211; Pasukan <a title="Kesultanan Pajang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Pajang">Kesultanan Pajang</a> yang akan menyerbu Mataram porak-poranda diterjang badai letusan <a title="Gunung Merapi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi">Gunung Merapi</a>. Sutawijaya dan pasukannya selamat.</li>
<li><a title="1588" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1588">1588</a> &#8211; <strong>Mataram</strong> menjadi kerajaan dengan <a title="Sutawijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutawijaya">Sutawijaya</a> sebagai <a title="Sultan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan">Sultan</a>, bergelar &#8220;Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama&#8221; artinya <a title="Panglima" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panglima">Panglima</a> <a title="Perang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang">Perang</a> dan <a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama">Ulama</a> Pengatur Kehidupan Beragama.</li>
<li><a title="1601" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1601">1601</a> &#8211; <a title="Panembahan Senopati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panembahan_Senopati">Panembahan Senopati</a> wafat dan digantikan putranya, <a title="Mas Jolang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mas_Jolang">Mas Jolang</a> yang bergelar <em>Panembahan Hanyakrawati</em> dan kemudian dikenal sebagai &#8220;Panembahan Seda ing Krapyak&#8221; karena wafat saat berburu (jawa: krapyak).</li>
<li><a title="1613" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1613">1613</a> &#8211; Mas Jolang wafat, kemudian digantikan oleh putranya <a title="Adipati Martoputro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adipati_Martoputro">Pangeran Aryo Martoputro</a>. Karena sering sakit, kemudian digantikan oleh kakaknya <a title="Sultan Agung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung">Raden Mas Rangsang</a>. Gelar pertama yang digunakan adalah Panembahan Hanyakrakusuma atau &#8220;Prabu Pandita Hanyakrakusuma&#8221;. Setelah Menaklukkan Madura beliau menggunakan gelar &#8220;Susuhunan Hanyakrakusuma&#8221;. Terakhir setelah 1640-an beliau menggunakan gelar bergelar &#8220;Sultan Agung Senapati Ingalaga Abdurrahman&#8221;</li>
<li><a title="1645" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1645">1645</a> &#8211; <a title="Sultan Agung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung">Sultan Agung</a> wafat dan digantikan putranya Susuhunan <a title="Amangkurat I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amangkurat_I">Amangkurat I</a>.</li>
<li><a title="1645" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1645">1645</a> &#8211; <a title="1677" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1677">1677</a> &#8211; Pertentangan dan perpecahan dalam keluarga kerajaan <strong>Mataram</strong>, yang dimanfaatkan oleh <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a>.</li>
<li><a title="1677" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1677">1677</a> &#8211; Trunajaya merangsek menuju Ibukota Pleret. Susuhunan Amangkurat I mangkat. Putra Mahkota dilantik menjadi Susuhunan Amangkurat II di pengasingan. Pangeran Puger yang diserahi tanggung jawab atas ibukota Pleret mulai memerintah dengan gelar Susuhunan Ing Ngalaga.</li>
<li><a title="1680" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1680">1680</a> &#8211; Susuhunan Amangkurat II memindahkan ibukota ke <a title="Kartasura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartasura">Kartasura</a>.</li>
<li><a title="1681" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1681">1681</a> &#8211; Pangeran Puger diturunkan dari tahta Pleret.</li>
<li><a title="1703" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1703">1703</a> &#8211; Susuhunan Amangkurat III wafat. Putra mahkota diangkat menjadi Susuhunan Amangkurat III.</li>
<li><a title="1704" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1704">1704</a> &#8211; Dengan bantuan <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a> Pangeran Puger ditahtakan sebagai Susuhunan Paku Buwono I. Awal Perang Tahta I (<a title="1704" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1704">1704</a>-<a title="1708" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1708">1708</a>). Susuhunan Amangkurat III membentuk pemerintahan pengasingan.</li>
<li><a title="1708" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1708">1708</a> &#8211; Susuhunan Amangkurat III ditangkap dan dibuang ke Srilanka sampai wafatnya pada <a title="1734" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1734">1734</a>.</li>
<li><a title="1719" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1719">1719</a> &#8211; Susuhunan Paku Buwono I meninggal dan digantikan putra mahkota dengan gelar Susuhunan Amangkurat IV atau Prabu Mangkurat Jawa. Awal Perang Tahta II (<a title="1719" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1719">1719</a>-<a title="1723" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1723">1723</a>).</li>
<li><a title="1726" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1726">1726</a> &#8211; Susuhunan Amangkurat IV meninggal dan digantikan Putra Mahkota yang bergelar Susuhunan Paku Buwono II.</li>
<li><a title="1742" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1742">1742</a> &#8211; Ibukota Kartasura dikuasai pemberontak. Susuhunan Paku Buwana II berada dalam pengasingan.</li>
<li><a title="1743" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1743">1743</a> &#8211; Dengan bantuan VOC Ibukota Kartasura berhasil direbut dari tangan pemberontak dengan keadaan luluh lantak. Sebuah perjanjian sangat berat (menggadaikan kedaulatan Mataram kepada VOC selama belum dapat melunasi hutang biaya perang) bagi Mataram dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai imbalan atas bantuan VOC.</li>
<li><a title="1745" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1745">1745</a> &#8211; Susuhunan Paku Buwana II membangun ibukota baru di desa Sala di tepian Bengawan Beton.</li>
<li><a title="1746" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1746">1746</a> &#8211; Susuhunan Paku Buwana II secara resmi menempati ibukota baru yang dinamai Surakarta. Konflik Istana menyebabkan saudara Susuhunan, P. Mangkubumi, meninggalkan istana. Meletus Perang Tahta III yang berlangsung lebih dari 10 tahun (<a title="1746" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1746">1746</a>-<a title="1757" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1757">1757</a>) dan mencabik Kerajaan Mataram menjadi dua Kerajaan besar dan satu kerajaan kecil.</li>
<li><a title="1749" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1749">1749</a> &#8211; <a title="11 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Desember">11 Desember</a> Susuhunan Paku Buwono II menandatangani penyerahan kedaulatan Mataram kepada VOC. Namun secara de facto Mataram baru dapat ditundukkan sepenuhnya pada <a title="1830" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1830">1830</a>. <a title="12 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Desember">12 Desember</a> Di Yogyakarta, P. Mangkubumi diproklamirkan sebagai Susuhunan Paku Buwono oleh para pengikutnya. <a title="15 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/15_Desember">15 Desember</a> van Hohendorff mengumumkan Putra Mahkota sebagai Susuhunan Paku Buwono III.</li>
<li><a title="1752" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1752">1752</a> &#8211; Mangkubumi berhasil menggerakkan pemberontakan di provinsi-provinsi Pasisiran (daerah pantura Jawa) mulai dari Banten sampai Madura. Perpecahan Mangkubumi-RM Said.</li>
<li><a title="1754" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1754">1754</a> &#8211; Nicolas Hartingh menyerukan gencatan senjata dan perdamaian. <a title="23 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/23_September">23 September</a>, Nota Kesepahaman Mangkubumi-Hartingh. <a title="4 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/4_November">4 November</a>, PB III meratifikasi nota kesepahaman. Batavia walau keberatan tidak punya pilihan lain selain meratifikasi nota yang sama.</li>
<li><a title="1755" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1755">1755</a> &#8211; <a title="13 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/13_Februari">13 Februari</a> Puncak perpecahan terjadi, ditandai dengan <a title="Perjanjian Giyanti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Giyanti">Perjanjian Giyanti</a> yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kesunanan Surakarta</a> dan <a title="Kesultanan Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Yogyakarta">Kesultanan Yogyakarta</a>. <a title="Pangeran Mangkubumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Mangkubumi">Pangeran Mangkubumi</a> menjadi <a title="Sultan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan">Sultan</a> atas <a title="Kesultanan Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Yogyakarta">Kesultanan Yogyakarta</a> dengan gelar &#8220;Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah&#8221; atau lebih populer dengan gelar <a title="Pangeran Mangkubumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Mangkubumi">Sri Sultan Hamengku Buwono I</a>.</li>
<li><a title="1757" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1757">1757</a> &#8211; Perpecahan kembali melanda Mataram. R.M. Said diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan, <a title="Praja Mangkunegaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Praja_Mangkunegaran">Praja Mangkunegaran</a> yang terlepas dari Kesunanan Surakarta dengan gelar &#8220;Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Nagara Senopati Ing Ayudha&#8221;.</li>
<li><a title="1788" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1788">1788</a> &#8211; Susuhunan Paku Buwono III mangkat.</li>
<li><a title="1792" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1792">1792</a> &#8211; Sultan Hamengku Buwono I wafat.</li>
<li><a title="1795" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1795">1795</a> &#8211; KGPAA Mangku Nagara I meninggal.</li>
<li><a title="1813" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1813">1813</a> &#8211; Perpecahan kembali melanda Mataram. P. Nata Kusuma diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan, <a title="Kadipaten Paku Alaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Paku_Alaman">Kadipaten Paku Alaman</a> yang terlepas dari Kesultanan Yogyakarta dengan gelar &#8220;Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam&#8221;.</li>
<li><a title="1830" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1830">1830</a> &#8211; Akhir perang Diponegoro. Seluruh daerah Manca nagara Yogyakarta dan Surakarta dirampas Belanda. <a title="27 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_September">27 September</a>, Perjanjian Klaten menentukan tapal yang tetap antara Surakarta dan Yogyakarta dan membagi secara permanen Kerajaan Mataram ditandatangani oleh Sasradiningrat, Pepatih Dalem Surakarta, dan Danurejo, Pepatih Dalem Yogyakarta. Mataram secara de facto dan de yure dikuasai oleh Hindia Belanda.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=13&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-mataram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/Mataram_Baru_1830.png/250px-Mataram_Baru_1830.png" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kesultanan Banten</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-banten/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 05:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak merebut pelabuhan Banten dari kerajaan Sunda, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Menurut sumber Portugis, sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Sunda Kalapa dan Cimanuk. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=11&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- start content --><strong>Kesultanan Banten</strong> berawal ketika <a title="Kesultanan Demak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak">Kesultanan Demak</a> memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun <a title="1524" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1524">1524</a>/<a title="1525" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1525">1525</a>, <a title="Sunan Gunung Jati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati">Sunan Gunung Jati</a> bersama pasukan Demak merebut pelabuhan Banten dari <a title="Kerajaan Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda">kerajaan Sunda</a>, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Menurut sumber Portugis, sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), <a title="Sunda Kalapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kalapa">Sunda Kalapa</a> dan Cimanuk.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[// </p>
<h2>Sejarah</h2>
<p>Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Anak yang pertama bernama <a title="Maulana Yusuf (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maulana_Yusuf&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maulana Yusuf</a>. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara.</p>
<p>Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Akhirnya <a title="Kerajaan Jepara (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerajaan_Jepara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kerajaan Jepara</a> menyerang Kerajaan Banten. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama.</p>
<h3>Puncak kejayaan</h3>
<p>Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama <a title="Sultan Ageng Tirtayasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Ageng_Tirtayasa">Sultan Ageng Tirtayasa</a>. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi <a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a> dikuasai oleh kesultanan Banten.</p>
<h3>Masa kekuasaan Sultan Haji</h3>
<p>Pada zaman pemerintahan Sultan Haji, tepatnya pada <a title="12 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Maret">12 Maret</a> <a title="1682" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1682">1682</a>, wilayah Lampung diserahkan kepada <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a>. seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a> yang sedang berlabuh di Banten. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung</p>
<h3>Penghapusan kesultanan</h3>
<p>Kesultanan Banten dihapuskan tahun <a title="1813" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1813">1813</a> oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahun itu, <a title="Sultan Muhamad Syafiuddin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Muhamad_Syafiuddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Muhamad Syafiuddin</a> dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh <a title="Thomas Stamford Raffles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Stamford_Raffles">Thomas Stamford Raffles</a>. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh <a title="Gubernur-Jenderal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur-Jenderal">Gubernur-Jenderal</a> Belanda, <a title="Herman William Daendels" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herman_William_Daendels">Herman William Daendels</a> tahun <a title="1808" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1808">1808</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<h2>Daftar pemimpin Kesultanan Banten</h2>
<ul>
<li><a title="Sunan Gunung Jati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati">Sunan Gunung Jati</a></li>
<li><a title="Sultan Maulana Hasanudin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Maulana_Hasanudin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Maulana Hasanudin</a> <a title="1552" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1552">1552</a> &#8211; <a title="1570" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1570">1570</a></li>
<li><a title="Maulana Yusuf (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maulana_Yusuf&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maulana Yusuf</a> <a title="1570" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1570">1570</a> &#8211; <a title="1580" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1580">1580</a></li>
<li><a title="Maulana Muhammad (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maulana_Muhammad&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maulana Muhammad</a> <a title="1585" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1585">1585</a> &#8211; <a title="1590" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1590">1590</a></li>
<li><a title="Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abdul_Mufahir_Mahmud_Abdul_Kadir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir</a> <a title="1605" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1605">1605</a> &#8211; <a title="1640" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1640">1640</a> (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid, Syarif Makkah saat itu.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten#cite_note-1">[2]</a></sup>)</li>
<li><a title="Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abu_al-Ma%27ali_Ahmad&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abu al-Ma&#8217;ali Ahmad</a> <a title="1640" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1640">1640</a> &#8211; <a title="1650" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1650">1650</a></li>
<li><a title="Sultan Ageng Tirtayasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Ageng_Tirtayasa">Sultan Ageng Tirtayasa</a> <a title="1651" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1651">1651</a>-<a title="1680" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1680">1680</a></li>
<li><a title="Sultan Abdul Kahar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abdul_Kahar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abdul Kahar</a> (Sultan Haji) <a title="1683" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1683">1683</a> &#8211; <a title="1687" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1687">1687</a></li>
<li><a title="Abdul Fadhl (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdul_Fadhl&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abdul Fadhl</a> / Sultan Yahya (1687-1690)</li>
<li><a title="Abul Mahasin Zainul Abidin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abul_Mahasin_Zainul_Abidin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abul Mahasin Zainul Abidin</a> (1690-1733)</li>
<li><a title="Muhammad Syifa Zainul Ar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Syifa_Zainul_Ar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Syifa Zainul Ar</a> / Sultan Arifin (1750-1752)</li>
<li><a title="Muhammad Wasi Zainifin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Wasi_Zainifin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Wasi Zainifin</a> (1733-1750)</li>
<li><a title="Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syarifuddin_Artu_Wakilul_Alimin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Syarifuddin Artu Wakilul Alimin</a> (1752-1753)</li>
<li><a title="Muhammad Arif Zainul Asyikin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Arif_Zainul_Asyikin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Arif Zainul Asyikin</a> (1753-1773)</li>
<li><a title="Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abul_Mafakir_Muhammad_Aliyuddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin</a> (1773-1799)</li>
<li><a title="Muhyiddin Zainush Sholihin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhyiddin_Zainush_Sholihin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhyiddin Zainush Sholihin</a> (1799-1801)</li>
<li><a title="Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Ishaq_Zainul_Muttaqin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin</a> (1801-1802)</li>
<li><a title="Wakil Pangeran Natawijaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wakil_Pangeran_Natawijaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wakil Pangeran Natawijaya</a> (1802-1803)</li>
<li><a title="Aliyuddin II (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aliyuddin_II&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aliyuddin II</a> (1803-1808)</li>
<li><a title="Wakil Pangeran Suramanggala (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wakil_Pangeran_Suramanggala&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wakil Pangeran Suramanggala</a> (1808-1809)</li>
<li><a title="Muhammad Syafiuddin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Syafiuddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Syafiuddin</a> (1809-1813)</li>
<li><a title="Muhammad Rafiuddin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Rafiuddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Rafiuddin</a> (1813-1820)</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=11&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesultanan Samudera Pasai</title>
		<link>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-samudera-pasai/</link>
		<comments>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-samudera-pasai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 05:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diamondfewzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-samudera-pasai/</guid>
		<description><![CDATA[Kesultanan Samudra Pasai Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=9&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Kesultanan Samudra Pasai</div>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="100%" align="right"><a title="Print" href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;catid=56%3Akumpulan-kisah-kerajaan-nusantara&amp;id=407%3Akesultanan-samudra-pasai&amp;tmpl=component&amp;print=1&amp;page=&amp;option=com_content&amp;Itemid=93"><img src="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/printButton.png" alt="Print" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?option=com_mailto&amp;tmpl=component&amp;link=aHR0cDovL3d3dy5kb25nZW5na2Frcmljby5jb20vaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD00MDclM0FrZXN1bHRhbmFuLXNhbXVkcmEtcGFzYWkmb3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50Jkl0ZW1pZD05Mw=="><img src="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai.</p>
<p>Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 &#8211; 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 25 hari dari Barhnakar (sekarang masuk wilayah Myanmar), Battutah mendarat di sebuah tempat yang sangat subur. Perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas. Ia semakin takjub karena ketika turun ke kota ia mendapati sebuah kota besar yang sangat indah dengan dikelilingi dinding dan menara kayu.</p>
<p>Kota perdagangan di pesisir itu adalah ibu kota Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai (atau Pase jika mengikuti sebutan masyarakat setempat) bukan hanya tercatat sebagai kerajaan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan Islam di Nusantara. Pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pelabuhannya diramaikan oleh pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.</p>
<p>Kejayaan Samudera Pasai yang berada di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Peurelak, seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Sultan Malikussaleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera pada tahun 1270 Masehi.Makam Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abdul Kadir.</p>
<p>Ia menikah dengan Ganggang Sari, seorang putri dari kerajaan Islam Peureulak. Dari pernikahan itu, lahirlah dua putranya yang bernama Malikul Dhahir dan Malikul Mansyur. Setelah keduanya beranjak dewasa, Malikussaleh menyerahkan takhta kepada anak sulungnya Malikul Dhahir. Ia mendirikan kerajaan baru bernama Pasai. Ketika Malikussaleh mangkat, Malikul Dhahir menggabungkan kedua kerajaan itu menjadi Samudera Pasai.</p>
<p>Dalam kisah perjalanannya ke Pasai, Ibnu Battutah menggambarkan Sultan Malikul Dhahir sebagai raja yang sangat saleh, pemurah, rendah hati, dan mempunyai perhatian kepada fakir miskin. Meskipun ia telah menaklukkan banyak kerajaan, Malikul Dhahir tidak pernah bersikap jemawa. Kerendahan hatinya itu ditunjukkan sang raja saat menyambut rombongan Ibnu Battutah. Para tamunya dipersilakan duduk di atas hamparan kain, sedangkan ia langsung duduk di tanah tanpa beralas apa-apa.</p>
<p>Dengan cermin pribadinya yang begitu rendah hati, raja yang memerintah Samudera Pasai dalam kurun waktu 1297-1326 M ini, pada batu nisannya dipahat sebuah syair dalam bahasa Arab, yang artinya, ini adalah makam yang mulia Malikul Dhahir, cahaya dunia sinar agama.</p>
<p>Tercatat, selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Bersamaan dengan Pidie, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.</p>
<p>Saat itu Pasai diperkirakan mengekspor lada sekitar 8.000- 10.000 bahara setiap tahunnya, selain komoditas lain seperti sutra, kapur barus, dan emas yang didatangkan dari daerah pedalaman. Bukan hanya perdagangan ekspor impor yang maju. Sebagai bandar dagang yang maju, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang sebagai alat pembayaran. Salah satunya yang terbuat dari emas dikenal sebagai uang dirham.</p>
<p>Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada. Pedagang-pedagang Jawa mendapat kedudukan yang istimewa di pelabuhan Samudera Pasai. Mereka dibebaskan dari pembayaran cukai.</p>
<p>Perdagangan</p>
<p>Selain sebagai pusat perdagangan, Pasai juga menjadi pusat perkembangan Islam di Nusantara. Kebanyakan mubalig Islam yang datang ke Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai.</p>
<p>Eratnya pengaruh Kerajaan Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Jawa juga terlihat dari sejarah dan latar belakang para Wali Songo. Sunan Kalijaga memperistri anak Maulana Ishak, Sultan Pasai. Sunan Gunung Jati alias Fatahillah yang gigih melawan penjajahan Portugis lahir dan besar di Pasai. Laksamana Cheng Ho tercatat juga pernah berkunjung ke Pasai.</p>
<p>Situs Kerajaan Islam Samudera Pasai ini sempat sangat terkenal di tahun 1980-an, sebelum konflik di Aceh semakin memanas dan menyurutkan para peziarah. Menurut Yakub, juru kunci makam Sultan Malikussaleh, nama besar sang sultan turut mengundang rasa keingintahuan para peziarah dari Malaysia, India, sampai Pakistan. &#8220;Negara-negara itu dulunya menjalin hubungan dagang dengan Pasai,&#8221; tutur Yakub.</p>
<p>Sejarah Pasai yang begitu panjang masih bisa ditelusuri lewat sejumlah situs makam para pendiri kerajaan dan<br />
keturunannya di makam raja-raja itu. Makam itu menjadi saksi satu-satunya karena peninggalan lain seperti istana sudah tidak ada. Makam Sultan Malikussaleh dan cucunya, Ratu Nahrisyah, adalah dua kompleks situs yang tergolong masih terawat. makam Malikal Zahir.</p>
<p>Menurut Snouck Hurgronje, hubungan langsung Arab dengan Indonesia baru berlangsung abad 17 pada masa kerajaan Samudra Pasai, Banten, Demak dan Mataram Baru.</p>
<p>Samudra Pasai sebelum menjadi kerajaan Islam merupakan kota pelabuhan yang berada dalam kekuasaan Majapahit, yang pada masa itu sedang mengalami kemunduran. Setelah dikuasai oleh pembesar Islam, para pedagang dari Tuban, Palembang, malaka, India, Cina dan lain-lain datang berdagang di Samudra Pasai. Menurut Ibnu Batutah: Samudera Pasai merupakan pelabuhan terpenting dan Istana Raja telah disusun dan diatur secara indah berdasarkan pola budaya Indonesia dan Islam.</p>
<p>Kehidupan masyarakat Samudera Pasai diwarnai oleh agama dan kebudayaan Islam. Pemerintahnya bersifat Theokrasi (berdasarkan ajaran Islam) rakyatnya sebagiab besar memeluk agama Islam. Raja raja Pasai membina persahabatan dengan Campa, India, Tiongkok, Majapahit dan Malaka. Pada tahun 1297 Malik Al saleh meninggal, dan digantikan oleh putranya Sultan Muhammad (th 1297 – 1326)<br />
lebih dikenal dengan nama Malik Al Tahir, penggantinya Sultan Ahmad (th 1326 – 1348), juga pakai nama Malik Al Tahir, penggantinya Zainal Abidin.</p>
<p>Raja Zainal Abidin pada tahun 1511 terpaksa melarikan diri dan meninggalkan tahtanya berlindung di Majapahit, karena masih saudara raja Majapahit. Hal ini berarti hubungan kekerabatan Raja Samudra Pasai dengan Raja Majapahit terbina sangat baik, menurut berita Cina disebutkan pertengahan abad 15, Samudra Pasai masih mengirimkan utusannya ke Cina sebagai tanda persahabatan.makam Naina Hisana bin Naina.</p>
<p>Fatahilah, ulama terkemuka Pasai menikah dengan adik Sultan Trenggono(raja Demak/adik Patih Unus/anak Raden Patah). Fatahilah berhasil merebut Sunda Kelapa (22 Juni 1522) berganti nama menjadi Jayakarta, juga Cirebon dan Banten.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diamondfewzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diamondfewzz.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diamondfewzz.wordpress.com&amp;blog=9930685&amp;post=9&amp;subd=diamondfewzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diamondfewzz.wordpress.com/2009/11/01/kesultanan-samudera-pasai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e97cf963da888e44aee42aca6b724f80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diamondfewzz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Print</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dongengkakrico.com/images/M_images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
